Beranda Kabar Terkini BNI Hadirkan Kartu Tani Untuk Mudahkan Petani Tingkatkan Produktivitas

BNI Hadirkan Kartu Tani Untuk Mudahkan Petani Tingkatkan Produktivitas

0

Bank bukan hanya berfungsi sebagai lembaga untuk menghimpun dana masyarakat, namun juga ikut andil dalam mengembangkan sejumlah sektor, salah satunya pertanian, seperti yang dilakukan  PT. Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI.  Bank berplat merah ini memberikan perhatian lebih terhadap sektor pertanian karena sektor ini dinilai dapat menggerakan perekonomian rakyat.

Perhatian yang diberikan BNI  disektor ini, adalah dengan dihadirkannya kartu yang dapat memudakan petani dalam meningkatkan produktivitasnya, yakni kartu tani. Kartu tersebut merupakan buah kerja sama BNI dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

Vice President Hubungan Kelembagaan PT. Bank Negara Indonesai (Persero) Muin Fikri mengatakan kartu tani dapat memberikan kemudahan bagi petani untuk membeli pupuk bersubsidi.

“Kartu tani adalah kartu yang dibagikan kepada petani secara gratis untuk apa, untuk alat mencairkan subsidi pupuk. Pertama data base itu didapat dari KementerianPertanian, si A mendapatkan subsidi A,B,C,D,E,F masukan ke dalam kartu sehingga kartu pada saat ke kios pupuk sudah digunakan ,” kata Muin saat menjadi nara sumber dalam program Indonesia Argiculture Forum (IAF)  yang ditayangkan EL JOHN TV.  Program ini terselenggara atas kerja sama EL JOHN TV dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Muin menjelaskan untuk menyasar siapa saja penerima kartu tani, BNI  berkoordinasi dengan Kementan. Database yang dimiliki Kementanakan diberikan kepada BNI untuk disortir siapa saja yang berhak menerima kartu tersebut.

“Apa yang dilakukan, kita perbankan itu menggunakan database yang ada di Kementerian Pertanian melalui RDKK. Jadi ceritanya subsidi pupuk yang selama ini menggunakan RDK manual sekarang sudah Elektronik RDKK. Kerjasama dengan perbankan, data itu disuntikan kepada yang namanya kartu tani,” ujar Muin.

BNI menjadikan Kartu Tani sebagai sarana pemberian layanan perbankan yang lebih lengkap bagi para petani, termasuk untuk menabung dan mendapatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Budidaya Pertanian. Dengan demikian, diharapkan akan terjadi peningkatan kesejahteraan petani.

“Kartu tani adalah media untuk menyalurkan bantuan subsidi menggunakan kartu di mana kartu multi fungsi ini dikeluarkan perbankan berbasist abungan, di mana data penerima akan terekam pada kartu tersebut sekaligus berfungsi sebagai kartu tabungan dan e-wallet untuk belanja sesuai lokasi kuotanya,” ungkap Muin.

“Fungsi tabungannya adalah supaya petani semua punya tabungan kemudian bias ditarik, kemudian mendukung program inklusi keuangan. Fungsi walletnya sebagai simpanan elektronik dapat digunakan untuk belanja barang saja tetapi tidak bias untuk tarik tunai. Begitu diswap isinya adalah kuota, misalnya belanja pupuk koutanya adalah kilogram nah seperti itu,” tambah Muin.

Selain kartu tani, untuk mensejahterakan petani, BNI juga turut mengembangkan Badan Usaha MilikDesa (BUMDES). Satu diantara  program yang dilaksanakan yakni pelatihan pengelola BUMDES serta pelatihan agar BUMDES bisa sebagai agen bank di desa. BUMDES bias berfungsi menjadi lembaga penyalur KUR ke desa-desa. Dalam pelaksanaan kegiatan program kerja sama pengembangan BUMDES, BNI memberikan dukungan untuk pembiayaan pelatihan.

“Kenapa bank mau melakukan ini, karena bank itu punya peran luar biasa dalam mensukseskan program pemerintah.  Jadi kami ketika ngomong bumdes, masing-masing bank ada BNI,  ada BRI, ada Mandiri membagi areanya masing-masing kemudian membina bumdes. Bank itu ada kewajiban untuk membina bumdes masing-masing, sehingga jangan takut, datanglah ke bank ngomong saya ingin menjadi binaannya bank. Itu akan diurusi, mulai dari pelatihan, perlu konsultasi kita layani, kemudian masalah keuangan juga dan pengembangan bisnisvrintisan,” terang Muin.

Lebih lanjut Muin menjelaskan bahwa agen bank merupkan bisnis yang sedang hits dan caranya tidak sulit. Bahkan BNI mendorong siapa pun untuk menjadi agen Bank.

“Kalau bapak ibu punya bumdes dating aja ke bank bilang saya ingin bumdes saya dibina, menjadi binaan BNI, menjadi binaan BRI, menjadi binaan bank Mandiri. Kalau di kita namanya agen 46, kalau di BRI namanya Briling, dan tempat lain juga punya. Bapak ibu sekalian ini adalah bisnis yang bapak ibu bisa miliki. Ini adalah bisnis yang bapak-ibu bisa kembangkan, baik itu dalam bentuk perorangan sebagai anggota HKTI mau pun sebagai organisasi. Kerjasama kita bisa  berbentuk perorangan atau badan hukum. Mengajak petani menjadi agen bank,” tutur Muin. (www.eljohnnews.com)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here