Beranda Kabar Wisata Bersama Kemenlu, Bupati Akselerasikan Tourism Banyuwangi

Bersama Kemenlu, Bupati Akselerasikan Tourism Banyuwangi

0

Banyuwangi – Sejumlah diplomat senior di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyerap best practise sebagai upaya pengembangan pariwisata di Banyuwangi.

Puluhan diplomat senior tersebut terinspirasi atas pesatnya perkembangan dunia pariwisata yang ada di Banyuwangi.

“Bagi kami, Banyuwangi adalah salah satu daerah di Indonesia yang begitu pesat perkembangannya. Banyak hal positif yang bisa kami pelajari, salah satunya di sektor pariwisata. Alasan inilah yang menginspirasi kami untuk mengajak para diplomat senior mendengar langsung praktik baik dari Bupati Banyuwangi,” pernyataan tersebut diungkapkan oleh Direktur SESPARLU, June Kuncoro Hadiningrat, dalam seminar online yang diikuti para peserta Diklat Fungsional Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (SESPARLU) angkatan ke-65, yang digelar Kamis lalu, (10/9).

Peserta diplomat yang ikut merupakan pejabat-pejabat terbaik, mereka telah bekerja di Kemenlu selama kurang lebih 15 tahun.

Menurut June, para dipomat ini perlu mendapat ‘ilmu’ tentang pemasaran daerah dari Bupati Banyuwangi. Ilmu ini sebagai bekal bagi diplomat untuk bagaimana memasarkan Indonesia ke negara tempatnya bertugas kelak.

“Kami berharap, inspirasi dari Banyuwangi bisa menambah pengetahuan dan melengkapi pemahaman mereka untuk melakukan promosi, mendorong kerja sama negara dan pengembangan SDM untuk kepentingan Indonesia,” kata June.

Para peserta diklat ini adalah mereka yang pernah bertugas di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) minimal pada tiga negara yang berbeda. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku memanfaatkan forum ini untuk mempromosikan Banyuwangi kepada diplomat yang bertugas ke luar negeri.

“Terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri yang telah berkenan mengundang Banyuwangi untuk mengikuti forum ini. Momen ini kami manfaatkan untuk mengakselerasi kemajuan tourism, trade, dan investment daerah, khususnya tourism,” ujar Anas.

Anas mengatakan, Banyuwangi memiliki bentang alam yang luar biasa. Ada pantai, gunung dan lansekap yang menarik. Tradisi seni-budayanya juga sangat kuat.

Oleh karena itu, Anas meminta dukungan kepada Kemenlu melalui para diplomat untuk turut mempromosikan bahwa Banyuwangi memiliki pantai dengan ombak terbaik untuk selancar. Yaitu Pantai Plengkung.

Lebih lanjut Anas mengatakan, Di masa adaptasi baru, Banyuwangi menyusun skema protokol kesehatan dan menerapkannya secara ketat di sejumlah destinasi wisata. Banyuwangi melakukan sertifikasi protokol kesehatan COVID-19 untuk seluruh destinasi wisata, hotel, homestay, dan kafe serta restoran hingga warung-warung rakyat.

Semua yang telah lulus uji protokol ketat yang dijalankan dan disupervisi para ahli Dinas Kesehatan, diberi sertifikat dan disajikan di aplikasi Banyuwangi Tourism. “Sertifikasi serupa juga kami lakukan kepada para pemandu wisata. Hal ini untuk menjamin kenyamanan dan keamanan bersama,” pungkas Anas. (*)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here