Beranda Kabar Usaha Inspirasi Bermula Hobi Tanam Janda Bolong, Kini Hasilkan Omzet Tinggi

Bermula Hobi Tanam Janda Bolong, Kini Hasilkan Omzet Tinggi

0

BANYUWANGI – Pandemi Covid-19 tak membuat masyarakat Banyuwangi hanya berdiam diri di rumah saja. Melainkan mereka memunculkan sebuah hobi baru untuk menghilangkan penat, yakni dengan bertanam maupun mengoleksi tanaman hias kekinian. Tak jarang, tanaman yang dulu tak dilirik, kini menjadi idola masyarakat. Bahkan harganya dibandrol fantastis pun mereka rela merogoh kocek dalam-dalam. Seperti salah satu tanaman hias bernama Monstera Adansonii Variegata atau yang biasa disebut Janda Bolong ini ternyata bisa laku hingga jutaan rupiah.

Tak hanya itu, jenis janda bolong versi lokal juga tak kalah indah. Lantaran masih banyak kaum hawa yang mencarinya.

Menurut pemilik usaha tanaman hias, Miftahul Huda saat ditemui di kediamannya, Perumahan Alam Elok3 blok B8 Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi mengatakan, semula dikarenakan adanya pandemi sehingga membuatnya semakin menggeluti hobi bertanamnya tersebut. Selasa (6/4/21).

“Saya suka menanam sejak kecil dan setiap tanaman yang saya tanam Alhamdulillah selalu tumbuh. Ide untuk menjual tanaman ini karena adanya pandemi, yang mana kita jadi banyak waktu di rumah, sehingga muncul ide untuk mengembangkan usaha tanaman hias dirumah hingga sekarang. Lumayan banyak penggemar dari ibu-ibu di sekitar sini” ujarnya.

Huda terinspirasi dari ketertarikan warganya, khususnya kaum wanita yang sering datang melihat-lihat koleksi tanaman hiasnya. Alhasil berakhir dengan transaksi yang menguntungkan dirinya.

“Alhamdulillah hampir setiap hari ada pembeli yang datang dari daerah sekitar Banyuwangi. Saat ini yang menjadi primadona dan paling dicari adalah Monstera Adansoni atau bahasa trendnya tanaman Janda Bolong yang hingga kini masih diminati para pecinta tanaman hias,” tandasnya.

Huda menambahkan, bahwa untuk tanaman hias Janda Bolong memang beragam jenisnya. Ditambah sekarang yang masih menjadi tranding. Itu sebabnya, hampir di beberapa tempat harga jualnya masih tinggi.

Hal ini dikarenakan varietas dari janda bolong ini beragam mulai dari lokal maupun non lokal. Selain itu, jenis dan warnanya yang unik dalam satu daun membuat tampilannya cantik dan menarik hati untuk memilikinya. Dengan begitu, tak perlu risau jika harganya fantastis.

“Untuk harga bibitnya bervariasi dan sesuai dengan tipenya lokal atau nonlocal. Kalau lokal hanya kisaran dari 10.000 hingga 350.000 untuk saat ini. Bergantung dari besar kecilnya tanamannya pula,” ujarnya.

Menurut Huda, untuk perawatannya sendiri sangat mudah lantaran hanya perlu memperhatikan sela kelembapan air, media tanam, dan penempatanya. Artinya, tanaman Janda Bolong yang tidak bisa terpapar sinar matahari langsung harus segera diletakkan di tempat yang teduh.

“Pada dasarnya habitat tanaman Janda Bolong ini tumbuh merambat dihutan liar yang selalu teduh da nada dibawah tumbuh-tumbuhan besar, sehingga membuatnya tak dapat hidup apabila ditaruh di tempat yang panas,” jelasnya.

Saat pembibitan, Huda selalu memilih indukan yang subur daunnya dan sudah ada akar di tiap ruas- ruasnya. Proses pembibitan dilakukan setiap sore hari karena meminimalisir penguapan yang berlebihan dan untuk memudahkan penyesuaian akar dengan media tanam yang baru.

Huda mengatakan, untuk para pembeli saat ini masih dari sekitaran Banyuwangi saja. Presentase banyaknya pembeli secara offline adalah rata rata 80%. Sisanya untuk pembeli online dirinya memanfaatkan media sosial, seperti facebook dan market place.

“Harapannya, kios tanaman hias saya bisa lebih berkembang lagi. Saya juga bisa memperbanyak koleksi tanaman hias saya. Senang sekali, karena dari sebuah hobi mampu menghasilkan omzet yang dapat membantu pendapan utama keluarga. Tak hanya itu, dengan bisnis sederhana seperti ini kedepannya banyak peluang untuk menciptakan lapangan kerja sendiri bagi masyarakat sekitar,” tutur Huda.

Huda juga menambahkan, bahwa dirinya ingin mengajak masyarakat agar mampu memanfaatkan lahan kosong di depan rumah untuk dijadikan Mini Garden tanaman-tanaman hias. Dengan begitu, kita semua turut menjaga keseimbangan alam dengan menjaga tumbuhan di rumah kita sendiri. (AR)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here