Beranda Kabar Wisata Berkunjung Ke De Djawatan Si Hutan Eksotis? Simak Tips Berikut Ini!

Berkunjung Ke De Djawatan Si Hutan Eksotis? Simak Tips Berikut Ini!

0

BANYUWANGI – Eksotisme pariwasata kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini langsung menghipnotis wisatawan yang berkunjung. Wisatawan akan disuguhkan dengan rimbunnya pepohonan Trembesi. Diketahui, pohon-pohon ini kurang lebih sudah berusia 300 tahun. Tepatnya sejak zaman kolonial penjajahan, terbukti di wisata De Djawatan terdapat puing-puing reruntuhan bangunan berarsitektur Belanda. Senator RI ini sempat dibuat heran, De Djawatan merupakan destinasi hutan yang ada ditengah perkotaan.

Selain itu, wisatawan juga akan mendengarkan kecerewetan burung-burung di wisata De Djawatan Banyuwangi. Dimanapun dia berjalan, kicau burung dan gemercik air terdengar nyaring berkolaborasi.

Djawatan menawarkan sensasi seperti Hutan Fangorn. Keunikan itu menjadikannya Instgramable sehingga digemari banyak wisatawan. Dan menjadikan Djawatan menjadi salah satu itineraryketika berkunjung ke Banyuwangi.

Berikut ini lima tips yang dirangkum oleh Media9 jika ingin berkunjung ke De Djawatan Banyuwangi:

  1. Datang saat hari kerja
    Jika ingin menikmati ketenangan dan keasrian di tengah hutan trembesi De Djawatan Banyuwangi, waktu terbaik datang saat hari kerja atau Senin-Jumat. Itu karena suasana di obyek wisata ini akan lebih sepi. Sebaliknya jika datang pada akhir pekan atau saat long weekend, De Djawatan Banyuwangi akan dipenuhi oleh banyak wisatawan. Saat sedang ramai, sulit untuk bisa mendapatkan jepretan hanya dengan pohon. Hasil foto kemungkinan besar akan bocor dengan pengunjung lain. Jika sedang sepi, maka pengunjung bisa cukup leluasa untuk berfoto di sana.
  2. Perhatikan rute menuju ke sana
    Tips kedua ini khusus bagi mereka yang belum pernah berkunjung ke De Djawatan Banyuwangi. Meski secara umum rutenya mudah dan tidak blusukan, ada resiko kelewatan karena plang penunjuk jalan ke De Djawatan yang berukuran kecil. Oleh karena itu, lebih baik jika memanfaatkan aplikasi penunjuk jalan seperti Google Maps. Lokasi jalan masuk tepatnya ada di sisi utara Masjid Jami’ Al-Falah Benculuk. Jika melaju lebih jauh dari dua tempat itu, bisa dipastikan jika jalur masuk sudah terlewat.
  3. Datang pagi atau sore hari Jam buka De Djawatan Banyuwangi adalah pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB atau 17.30 WIB. Waktu terbaik untuk berkunjung ke sana adalah pada pagi hari saat jam buka atau sore hari mulai pukul 15.30 WIB. Hal itu karena posisi matahari yang condong ke arah timur atau barat sehingga cahayanya akan terlihat menawan di antara celah batang dan daun pepohonan trembesi. Pencahayaan yang baik itu menjadikan panorama di De Djawatan semakin indah dan pas untuk selfie atau foto-foto.
  4. Tidak melakukan perbuatan yang merusak (vandalisme)
    Pohon trembesi yang berukuran besar di De Djawatan memang Instagramable. Namun, keunikan itu hanya untuk dinikmati. Pengunjung tidak boleh sampai merusak atau melakukan vandalisme. Tindakan-tindakan tidak terpuji seperti mengukir nama di batang pohon atau mencoret batang pohon jelas akan mengurangi keindahan pesona laksana Hutan Fangorn di De Djawatan. Selain itu, pengunjung juga hendaknya tidak sembarangan memetik tanaman atau mematahkan ranting pohon untuk dibawa pulang. Kelestarian De Djawatan merupakan tanggung jawab bersama semua wisatawan yang berkunjung.
  5. Membuang sampah pada tempatnya
    Menikmati sejuk dan asrinya De Djawatan memang paling pas dilakukan sambil menyantap makanan atau menenggak minuman. Hutan trembesi ini juga pas untuk aktivitas piknik dengan makan dan minum di atas tikar. Djawatan juga telah menyediakan food court untuk wisatawan yang tidak membawa makanan dari rumah. Namun, tentu saja bungkus makanan atau minuman harus dibuang pada tempatnya. Itu karena satu saja bungkus kemasan yang dibuang sembarangan akan dapat mengurangi keasrian Hutan De Djawatan. Wisatawan yang berkunjung pun akan merasa kurang nyaman.

Selamat berkunjung ke Banyuwangi.
(Ikrimahayus)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here