Beranda Kabar Terkini Banyuwangi Atur Jam Operasional Pusat Perbelanjaan Guna Tekan Penyebaran Corona

Banyuwangi Atur Jam Operasional Pusat Perbelanjaan Guna Tekan Penyebaran Corona

0

Pemkab Banyuwangi melakukan pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan, yaitu buka pada pukul 10.00 dan tutup 18.00 WIB. Untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Hal tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Selain itu, kafe, rumah makan, dan restoran diminta hanya menyediakan layanan pesan antar dan melayani makan-minum pembeli untuk dibawa pulang (take away)

kebijakan itu dilakukan seiring dengan anjuran secara terus-menerus untuk melakukan social/phsycal distancing serta bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Hal itu diungkapkan oleh Bupati Abdullah Azwar Anas.

“Sampai saat ini laju penambahan ODP dan PDP masih terjadi, maka Forum Pimpinan Daerah mengambil langkah lebih lanjut untuk meminimalisasi terjadinya penularan lewat kerumunan dan keramaian. Salah satunya dengan membatasi jam operasional,” ucap Anas.

”Sekali kami mohon pengertiannya. Sambil kita sama-sama berdoa agar pandemi ini segera berakhir dan semua aktivitas bisa berjalan seperti sedia kala. Semakin kita berdisiplin, semakin cepat pandemik ini berakhir, semakin cepat pula kita bangkitkan ekonomi. Ketika kita tidak berdisiplin, situasi makin tidak menentu, ekonomi tidak jelas kapan bisa bangkit. Kunci memutus mata rantai Covid-19 adalah kedisiplinan kita semua,” tambah Anas.

Anas menjelaskan bahwa pembatasan jam operasional berlaku untuk pusat-pusat perbelanjaan besar, seperti mall dan pasar modern yang ada di daerah. ”Kami mohon pengertian pengelola dan juga warga demi keselamatan kita bersama,” ucap Anas.

“Masyarakat kami minta juga memaklumi. Kalau mau belanja, silakan atur waktunya. Warga kami harap belanja di warung-warung sekitarnya. Tidak usah keluar jauh-jauh,” tambahnya.

Pemkab Banyuwangi selain membatasi operasional pusat pembelanjaan, juga mengeluarkan kebijakan khusus bagi restoran dan rumah makan yakni pelarangan makan di tempat bagi pembeli. Pengelola rumah makan hanya boleh melayani pembeli yang membawa makanannya pulang untuk menghindari berkumpulnya banyak orang di satu tempat.

Aturan tersebut diungkapkan oleh Mujiono, Sekretaris Daerah dituangkan dalam Surat Edaran Bupati pada tanggal 2 April 2020. “Kami minta untuk pengelola pusat perbelanjaan juga pengelola restoran dan rumah makan untuk bisa segera menyesuaikan. Toko-toko moderen kami minta untuk segera menyesuaikan,” ucap Mujiono.

Mujiono melanjutkan erkait pasar tradisional, pihaknya berencana juga akan melakukan pembatasan waktu operasional. “Segera kami atur, sekarang masih finalisasi bersama komponen lainnya,” tutur Mujiono.

Selain pusat perbelanjaan, kafe, dan restoran, Pemkab Banyuwangi sebelumnya telah menutup semua destinasi wisata daerah dan mengalihkan pembelajaran pelajar ke rumah masing-masing. Majelis Ulama Indonesia (MUI), NU, Muhammadiyah, LDII, dan Al-Irsyad juga telah membuat pernyataan bersama untuk meniadakan salat jumat. Adapun umat beragama lain juga telah meniadakan ibadah bersama, alias umat diminta beribadah di rumah masing-masing. (www.eljohnnews.com)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here