Beranda Kabar Wisata Bangkitkan Sektor Pariwisata, Kemenparekraf Berikan Dukungan Melalui Rebound Banyuwangi

Bangkitkan Sektor Pariwisata, Kemenparekraf Berikan Dukungan Melalui Rebound Banyuwangi

0

Banyuwangi – Dalam rangka perbaikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Banyuwangi, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sangat mendukung upaya pemerintah Kabupaten untuk membangkitkan sektor pariwisata di Banyuwangi dalam New Normal.

Dukungan diberikan dalam bentuk kegiatan ‘Rebound Banyuwangi’ seperti misalnya memberikan pendampingan kepada masyarakat, terkait bagaimana mempersiapkan destinasi wisata ditengah pandemi Covid-19 agar wisatawan merasa aman dari berbagai kekuwatiran atas penyebaran Covid-19.

Kegiatan Rebound Banyuwangi dilaksanakan selama dua hari, yaitu dimulai dari tanggal 12-13 Agustus 2020. Pada tanggal 12 Agustus 2020 dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE). Dan dilanjutkan pada tanggal 13 Agustus 2020 dilaksanakan kegiatan aksi bersih di Grand Watu Dodol (GWD) yang disertai pemberian barang.

Dalam Rebound Banyuwangi, juga ada dukungan pemberian barang dari Kemenparekraf / Baparekraf yang diberikan kepada masing-masing destinasi di Banyuwangi antara lain seperti tempat cuci tangan, tempat sampah, toilet portable, masker, face shield, sarung tangan, baju APD, alat semprot, tenda, life ring buoy, tandu lipat, signage (papan himbauan), dan kacamata google.

Untuk mempersiapkan kebiasaan baru di sektor parekraf, adalah dengan membangun destinasi yang menerapkan protokol CHSE. Sedangkan, lingkup kegiatan Rebound Banyuwangi ini meliputi penguatan sapta pesona, revitalisasi amenitas dengan pengadaan pendukung CHSE, penunjang keamanan, serta bimtek 3A/ sosialisasi kepada setiap destinasi wisata di Banyuwangi yang akan dilakukan hingga bulan September 2020.

M. Yanuar Bramuda selaku Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi mengatakan, jika Banyuwangi termasuk daerah se-Indonesia yang paling diminati oleh para wisatawan.

“Dari hasil survei bulan lalu, Banyuwangi menempati urutan ke tiga. Yang pertama itu adalah Bali, Kemudian Jogjakarta, dan yang ketiga adalah Banyuwangi. Artinya dari hasil survei tersebut akan membawa pihak kami untuk menciptakan strategi-strategi baru di New Normal ini, seperti penerapan protokol kesehatan di berbagai destinasi wisata yang ada di Banyuwangi.” kata Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi tersebut.

Dalam penerapan protokol kesehatan tersebut M. Yanuar Bramuda mengatakan beberapa tempat harus lulus uji protokol dan bersertifikat. “seluruh destinasi wisata, hotel, homestay, kafe, restoran semua harus telah lulus uji protokol ketat, yang dijalankan para ahli Dinas Kesehatan dan akan diberi sertifikat.” Imbuhnya

Untuk lokasi pendistribusian dukungan barang Rebound Banyuwangi meliputi beberapa Daya Tarik Wisata (DTW), seperti Agro Wisaata Tamansuruh, Bansring Underwater, Grand Watu Dodol, Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, dan Pantai Mustika.

Sementara itu, untuk uji coba pembukaan destinasi wisata di Banyuwangi pada tahap pertama akan dilakukan untuk 10 destinasi wisata yaitu, Kawah Ijen, Bansring Underwater, Pantai Cacalan, TN. Alas purwo, Agro Wisata Tamansuruh, Taman Gandrung Terakota, Pantai Mustika, Pantai Pulau Merah, dan Hutan de Djawatan yang tentunya dengan menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini kurang lebih sekitar 50 orang dari Pemerintah prov/kab, Perhutani, PTPN, Pelindo, Perwakilan Desa Wisata, Ketua Adat, Pokdarwis, Pengelola destinasi wisata, dan dari HPI.

Lebih lanjut, Kemenparekraf dalam kegiatan Rebound Banyuwangi ini akan melibatkan Disparbud Prov. Jatim dan Kabupaten Banyuwangi, Pokdarwis, Pelaku Usaha, Komunitas, Pelaku ekraf serta masyarakat sekitar DTW. (*)

- Advertisment -

Kirim Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here