Beranda Kabar Usaha Bagaimana Cara Mengelola Tenaga Penjual ” Nakal ” ?

Bagaimana Cara Mengelola Tenaga Penjual ” Nakal ” ?

0
ID:254681173

Banyuwangi, – Mungkin, sebagian besar dari Anda telah mengalami pengalaman kesuksesan kinerja tim penjualan tertinggi yang secara konsisten menghasilkan angka penjualan tertinggi, namun juga menghasilkan gangguan yang paling berarti dalam perusahaan. Orang-orang yang saya sebut Mavericks atau “Nakal”, bukan saja memiliki dampak besar ditingkat bawah bagi perusahaan Anda, tetapi mereka juga dapat menjadi ganjalan besar di perusahaan Anda. Sering kali, Mavericks ini tidak mengikuti kebijakan dan prosedur perusahaan ketika melakukan proses penjualan, menjual metodologi, pelaporan, menggunakan alat CRM, dan lainnya. Apa yang Anda lakukan dengan Mavericks ini? Dan bagaimana Anda mengatur mereka untuk menjadi lebih baik dalam hasil?.

Ada perusahaan tertentu yang bersedia menerima perilaku semacam ini dan mengijinkan tenaga penjualnya untuk menjalankan dan mengindahkan seseorang di organisasi mereka, dan pada dasaranya sama dengan melakukan apapun yang mereka inginkan. Perusahaan terbaik, bagaimanapun juga,focus pada kerjasama yang bekinerja tinggi untuk menyesuaikan kinerja dan perilaku stafnya dengan budaya  dan serta nilai-nilai perusahaan dan proses spesifik penjualan dan prosedur perusahaan. Disinilah tugas menejemen penjualan untuk memainkan kekuatan masing-masing pemain utama tenaga penjual mereka untuk memastikan bahwa mereka terus menghasilkan hasil yang penting bagi keberhasilan perusahaan.

Pada saat yang sama, menejemen penjualan juga bertanggung jawab untuk memastikanbahwa Maferiks tersebut mulai sejalan dengan perintah dasar perusahaan, yang berhubungan dengan budaya, prilaku, proses, pelaporan dan lainnya. Ini bukan tugas yang mudah bagi manajer penjualan dan salah satu alasan mengapa mereka mendapatkan bayaran yang tinggi. Seringkali, tenaga penjual yang paling berkompeten adalah yang paling nakal dan paling sombong untuk mengikuti kebutuhan perusahaan. Mereka cenderung melihat diri mereka sebagai “bintang” dan sebagai entitas sendiri dan tidak harus menjadi bagian dari tim.

Ada banyak hal dapat dilakukan untuk memecahkan kebiasaan dan perilaku Maverick ini dan membawanya dalam keselarasan. Pertama-tama, kembangkan rencana tindakan korektif yang berfokus pada orang yang mengembangkan kemampuan lunak. Hal ini dapat dilakukan melalui proses perencanaan kinerja normal. Kedua, bisa dengan menetapkan pelatih; yaitu seseorang yang menghargai individu; seseorang yang dapat mementor mereka dan memberi mereka umpan balik dengan cara yang mereka bisa terima. Hal ini dapat dilakukan oleh seseorang dalam tim Anda atau dapat dilakukan dengan membawa seorang pelatih eksekutif dari luar atau pelatih penjualan. Seringkali, konsultan penjualan pihak ketiga atau pelatih penjualan adalah cara terbaik. Selanjutnya adalah bekerja melalui isu-isu budaya dan perilaku secara teratur melalui agenda rapat penjualan Anda.

Hal ini akan membantu Anda untuk menekankan kepada tim tentang betapa pentingnya aspek-aspek lain dari pekerjaan, di samping hasil produksi. Ada banyak buku yang lebih besar di luar sana yang dapat digunakan untuk membantu seorang Maverick untuk memahami apa yang diharapkan perusahaan dari mereka. Kami akan memberikan contoh diartikel lain.

Jadi, jika Anda memiliki Mavericks dalam kegiatan penjualan Anda dan Anda sedang mencari cara untuk mengurangi rasa frustasi dan meningkatkan kepatuhan pada kebijakan perusahaan dan budaya yang ada, Anda tidak sendirian. Semua dari Anda memiliki pengalaman dalam menejemen penjualan, dan sudah menjadi tugas Anda untuk memastikan bahwa kejelasan individu-individu yang ada di perusahaan tentang apa perilaku yang dapat diterima dan tidak dapat diterima. Serta tidak tkut untuk mengambil tindakan korektif, termasuk pemutusan kerja jika orang-orang ini terlalu mengganggu perusahaan. Semua orang  diganti dan bahkan para pemain top percaya bahwa mereka yang berjalan di atas air harus diganti pada saatnya, saat mereka tidak mampu mengikuti apa yang diperlukan perusahaan agar mereka juga sukses. (sme/ Suprabha L )

Tinggalkan Komentar