Beranda Gaya Hidup Apakah Mengisap Shisha Lebih Berbahaya daripada Rokok?

Apakah Mengisap Shisha Lebih Berbahaya daripada Rokok?

0
Foto @Thinkstockphotos

Selain merokok tembakau yang umum kita jumpai, shisha juga populer di kalangan pecinta gaya hidup “menghisap”. Shisha merupakan alternatif merokok dengan menggunakan tembakau yang dicampur gula buah atau tetes tebu dan dihirup melalui selang atau tabung.

Profesor Gordon Ferns, selaku peneliti, mengatakan satu sesi merokok shisha setara dengan lebih dari sebungkus rokok. Bahkan, senyawa beracun yang dihirup mungkin lebih besar.

Periset belum menemukan mengapa menghisap shisha lebih berbahaya dibandingkan merokok jika dikaitkan dengan obesitas dan diabetes. “Ada kemungkinan racun dalam asap merangsang respons peradangan yang menyebabkan jaringan menjadi resisten terhadap efek hormon insulin, yang mengatur glukosa dalam darah,” tambahnya.

Tapi, Fern juga memprediksi adanya perilaku sosial lain yang bisa menyebabkan adanya kenaikan berat badan di kalangan para pecinta shisha ini. Karena efeknya yag begitu buruk bagi kesehatan, peneliti menegaskan pentingnya generasi muda untuk mengurangi konsumsi shisha, khususnya di kalangan muda.

Menurut analisis 2018 dari University of Pittsburgh School of Medicine, menghisap shisha menyumbang lebih dari setengah volume asap tembakau yang dikonsumsi oleh perokok muda di AS. “Sekarang ada bukti bahwa menghisap shisha sangat berbahaya,” ucap Fern. Ferns mengatakan, menghisap shisha berisiko pada beberapa jenis kanker dan semua penyakit “Dari perspektif kebijakan kesehatan, penting bagi publik untuk mengenali risiko menghisap shisha,” ucapnya.

Kompas / Ariska Puspita Anggraini /edit: Wisnubrata

Tinggalkan Komentar