Beranda Kabar Usaha Keuangan Menembus Terobosan Keuangan Usaha

Menembus Terobosan Keuangan Usaha

0

Jember – Anda adalah pemilik bisnis. Walau sedikit, Anda harus tahu tentang pembukuan dan akuntansi, baik teknis atau konsep. Jadi anda bisa tahu kapan Anda bisa membuat uang, dapat melacak saldo bank, dan tahu kapan uang bisa mengalir atau tidak. Bagaimana bisa menjadi proaktif dari pada reaktif?

Reaktif dalam financial adalah menunggu sampai sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi pada keuangan Anda. Kemudian Anda mengambil langkah untuk memperbaikinnya. Sebagian orang mengatakan hal ini seperti “obat setelah kematian.” Ironisnya, pendekatan ini bisa membuat frustasi, mahal dan menyebabkan kegagalan.

Anda mungkin sudah sadar tentang hal itu, maka pilihan Anda harus proaktif. Menjadi proaktif dalam mengantisipasi ketika masalah baru mengetuk pintu, kemudian mengambil langkah yang di perlukan, baik untuk menghindari masalah tersebut secara keseluruhan atau meminimalkan efeknya pada bisnis Anda.

Jadi, tentukan kedalaman pikiran Anda untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mencegah bencana keuangan dalam bisnis Anda.

Bagi Anda yang ingin melakukan hal ini secara efektif dan efisien, Anda membutuhkan informasi yang cepat, akurat, realistis, dan memadai atas keputusan yang Anda bisa ambil.

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ambil:

Langkah 1: Selalu lakukan permintaan dari akuntan atau manajer keuangan Anda untuk memberikan langkah-langkah tertulis kesuksesan dalam mencapai 7 tahap pencatatan dan akuntabilitas. Lalui prosedur dan ajukan pertanyaan. Pastikan Anda memahami dengan jelas, dan hal itu praktis.

Langkah 2: Sebelum masalah datang, periksa dan pastikan akuntan atau manajer keuangan Anda memberi Anda tiga peryataan penting dari akun yang di butuhkan untuk menjalankan bisnis Anda. Diantarannya seperti;

  • Laporan Sumber dan Aplikasi Dan
  • Laporan Laba Rugi – dikenal sebagai akun Laba Rugi
  • Laporan Posisi Keuangan – dikenal sebagai Neraca

Langkah 3: Ketika laporan ini dibuat, luangkan waktu untuk mempelajarinya. Panggil akuntan atau manajer keuangan atau siapapun yang mempersiapkan laporan untuk menjelaskan kepada Anda masing-masing angka yang ada di situ.

Langkah 4: Cek ulang dalam lapran. Sebagai contoh, Anda dapat melihat jadwal aktiva tetap Anda, tentukan satu titik dan cocokan kedalam buku besar. Dari buku besar ini Anda bisa memastikan jadwal dan angka yang ada adalah otentik.

Langkah 5: Selalu minta laporan Rekonsiliasi Bank dari akuntan atau manajer keuangan Anda. Laporan ini sebagai penyatuan (atau persetujuan) buku Anda dengan peryataan rekening Anda kepada bank. Jelasnya sebagai berikut;

Setiap transaksi keluar yang dilakukan Anda dengan bank, bank akan menguangkannya kedalam rekening Anda. Anda juga diharapkan untuk merekam hal itu dalam buku Anda sendiri. Jadi, jika semua transaksi dengan bank telah dicatat secra akurat oleh Anda dan bank, saldo Anda harusnya sama. Namun, jarang terjadi seperti itu.

Akan ada beberapa transaksi yang tertinggal, baik oleh Anda atau oleh bank. Jadi laporanrekonsiliasi Bank adalah peryataan yang menggabungkan dan memberikan alasan bagaimana saldo dalam buku besar Anda dan peryataan Bank tidak sama.

Banyak perusahaan mengabaikan proses sederhana ini. Karena itu, janganlah Anda jatuh kedalam keslahan atersebut. Mintalah bank untuk memberikan laporan akun Anda juga dapat login ke situs-situs bank Anda dan download laporan akun Anda.

Langkah 6: Ketika Laporan Rekonsiliasi diberikan kepada Anda, lacak “Saldo per Laporan Bank” sebagaimana dinyatakan dalam laporan Rekonsiliasi yang berasal dari bank. Jika Anda ragu, hubungi bank Anda untuk memastikan penggambarannya.

Selain itu, lacak “Saldo per buku besar”, bandingkan buku besar dengan laporan Rekonsiliasi dan pasikan bahwa angkanya benar.

Langkah 7: Ambil kursus Pendidikan dan Manajemen Keuangan yang biasanya mencakup Pembukuan, Pencatatan, dan Akuntansi. Cari tahu pengetahuan keungan dan kuasai keterampilan keuangan.

Ini adalah satu-satunya cara Anda dapat melindungi diri Anda dan bisnis Anda dari kegagalan keuangan.(sme)

Tinggalkan Komentar